Hak Anak Kewajiban Orang Tua

Dunia parenting memang selalu menarik, keinginan setiap orang tua untuk bisa mendidik sang buah hati dengan sebaik mungkin membuat saat ini banyak sekali bermunculan metode-metode “baru dan beda” dalam mendidik anak. Sekolah Alam, Homeschooling (meskipun bukan hal yang baru) dan sekolah berasrama adalah beberapa usaha beberapa orang tua untuk dapat memberikan pendidikan terbaik bagi buah hatinya.

Selama ini banyak diantara orang tua yang “menuntut” anaknya untuk dapat melaksanakan kewajibannya terhadap orang tua. Banyak orang tua yang mungkin lupa kalau anak juga mempunyai hak yang secara otomatis menjadi kewajiban bagi orang tua.Dalam Islam sebenarnya hal ini sudah lama diatur oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau memberikan semacam rel kepada para orang tua bagaimana cara mendidik anak ala Islam.

Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda “Kewajiban orang tua terhadap anaknya itu ada 3, 1) memberikan nama yang baik bagi anak, 2) memberikan pendidikan Al-Quran 3) menikahkan mereka ketika menginjak dewasa”

Salah satu Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud RA mengatakan bahwa pada hari kiamat nanti kita akan dipanggil satu persatau oleh ALLAH SWT dengan nama-nama kita, oleh karena itu berilah nama yang baik untuk anak kita. Ada juga riwayat lain yang juga menyebutkan beberapa nama yang baik ialah dengan memberikan nama yang sama dengan Nabi Muhammad SAW, seperti Muhammad, Ahmad atau nama panggilan Nabi Muhammad SAW, karena nama ini akan menyelamatkan orang tua nya kelak di akhirat.

Pendidikan umum memang penting untuk anak kita, pendidikan yang kita harapkan bisa membuatnya sukses di masa depannya. Namun (dengan tidak sama sekali mengerdilkan pentingnya pendidikan umum) apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW memang terbukti sangat penting untuk anak kita. Bahkan menurut saya pribadi, jauh lebih penting dari pendidikan umum untuk anak kita. Pendidikan Islam yang ada di Al-Quran memang mencakup banyak hal, Tauhid, Ahlaq, Muamalat, Sejarah, Ilmu Pengetahuan dan beberapa hal lainnya. Tauhid yang merupakan ilmu tentang mengesakan ALLAH SWT dan Ahlaq terhadap sesama manusia dan juga Ahlaq kepada ALLAH SWT merupakan pelajaran utama di dalamnya.

Dengan mengetahui dan mengenal siapa Tuhannya, dan juga tahu bagaimana harus berperilaku terhadap Tuhan dan sesamanya insyaALLAH anak kita akan sukses hidupnya, sukses di dunia maupun di akhirat. Orang yang mengenal Tuhannya akan selalu merasa dilihat oleh ALLAH SWT, bisa dibilang dia akan jauh lebih terkontrol perilakunya. Sama seperti halnya ahlaq kepada sesama manusia, terbukti saat ini di dunia kerja (paling tidak di Indonesia) perusahaan tidak lagi menjadikan kemampuan kerja sebagai faktor penilai nomor 1 dalam merekrut seorang professional. Perusahaan lebih suka mencari orang yang ahlaqnya baik, mereka berfikiran bahwa skill bekerja dapat diberikan dan diajarkan dalam waktu singkat, sedangkan dalam membentuk ahlaq harus ditanamkan dalam jangka waktu yang lama bahkan biasanya ahlaq baik seseorang itu sudah ditanamkan sejak masih kecil oleh lingkungannya masing-masing.

Pendidikan ahlaq berdasarkan Al-Quran ini mengingatkan saya akan kisah Khalifah Umar Bin Khattab RA dengan seorang ayah yang putus asa karena kenakalan anaknya. Suatu hari Khalifah Umar didatangi oleh seorang ayah beserta anaknya. Sang Ayah bercerita kepada Khalifah Umar betapa dia sudah ada di batas kesabarannya dalam mendidik si anak. Anak ini diceritakan sangat nakal, Sang Ayah meminta Khalifah Umar agar dapat menasehati si Anak. Khalifah Umar kemudian bertanya kepada si Anak “Benarkah apa yang dikatakan ayahmu wahai pemuda?? dan jika itu benar kenapa kau melakukannya??”.

Ternyata si Anak ini sudah lama memendam pertanyaan bagi Khalifah Umar, ia kemudian berkata “Wahai Khalaifah, sebelum aku menjawab pertanyaanmu, aku ingin bertanya, adakah kewajiban orang tua terhadap anaknya??” melihat si Anak ini yang belum berkeluarga, kemudian Khalifah Umar menjawab “Ada 3 whaai pemuda, 1) memberikan ibu yang baik bagi calon anaknya kelak, karena ibu yang tidak baik akan membuat anak ini malu di kemudian hari 2) memberikan nama yang baik bagi anak dan 3) memberikan pendidikan Al-Quran kepada anak”

Kemudian si Anak berkata “Ketahuilah wahai Khalifah Umar, ayahku ini tidak memberikan ibu yang baik bagiku, ayahku juga memberikanku nama yang kurang baik (diriwayatkan nama anak ini berarti Kelelawar Jantan dalam bahasa Arab) dan juga tidak pernah mengajariku satupun ayat dalam Al-Quran!” mendengar hal ini Khalifah Umar berkata kepada Sang Ayah tadi “Ketahuliah kau wahai orang tua, kau telah berbuat dzolim terhadap anakmu jauh sebelum dia berbuat nakal terhadapmu”

Naudzubillah, semoga kita dijadikan orang tua yang sesuai dengan harapan Nabi Muhammad SAW. Kisah Khalifah Umar Bin Khattab RA diatas menurut saya ialah sebuah contoh ajaran terhadap kita para orang tua dan calon orang tua dari anak-anak kita betapa pendidikan agama sangat penting untuk kita berikan kepada anak kita. Dengan kondisi dunia saat ini yang semakin “gila” saya pribadi mengira pendidikan agama adalah salah satu pendidikan utama yang bisa menyelamatkan anak kita. Pendidikan umum memang penting bagi anak kita, namun jangan sesekali meremehkan atau bahkan melupakan pendidikan agama untuk anak kita.

Semoga ALLAH SWT menjadikan kita orang tua yang dapat memberikan hak anak-anak kita sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW, amin

Wallahua’lambisshowaab

2 thoughts on “Hak Anak Kewajiban Orang Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s