Kelahiran Nabi Muhammad SAW Yang Mulia

15.06.2012-Muhammad-SAW-Sebagai-Nabi-Yang-Terakhir-jenggis.com_

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad

Ashsholaatu ‘alannabbi
Wassalaamu ‘alarrosul
Walambiyaail mursaliin
Kulluhummukromun

Ya Allah, sampaikanlah shalawat kepada Baginda Muhammad

Selawat keatas nabi
Sejahtera keatas rosul
Nabi – nabi yang diutuskan
Mereka semua adalah mulia

Maulid Nabi Muhammad SAW, mungkin diantara kita masih banyak ย yang berbeda pendapat mengenai perlu gak sih ngerayain kelahiran Nabi Muhammad SAW?? Kalau saya sih saya adalah salah satu yang berpendapat perlu, at least buat saya ini salah satu bentuk syukur atas kelahiran pimimpin kita semua yang mulia, dimana ketika moment ini kegiatan shalawatan atau memuliakan Nabi Muhammad SAW menggema di buminya ALLAH dan secara gak sadar kita (paling nggak saya) jadi semnagat untuk bisa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ya itu saya pribadi sih, dan juga kali ini saya juga gak akan ngebahas tentang pentingnya ngerayain acara ini apa ngga :)

Sebenernya di kalangan Ulama’ sendiri masih banyak yang berbeda pendapat mengenai kapan sebenernya Nabi Muhammad SAW dilahirkan, baik bulan maupun tanggalnya. Namun pendapat jumhur Ulama’ memang menyatakan Bahwa Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. Dan menurut beberapa Ulama’ ternyata ada beberapa rahasia ALLAH SWT mengapa Nabi Muhammad SAW dilahirkan di bulan Rabiul Awal,bukan di bulan-bulan lainnya yang sering disebut sebagai bulan yang mulia seperti bulan Muharram atau bahkan bulan Ramadhan yang bahkan sebelum Islam disebarluaskan oleh Nabi Muhammad SAW, bulan-bulan tersebut sudah dimuliakan oleh Kaum Quraisy.

Nabi Muhammad SAW memang adalah Rasul, Nabi dan juga sekaligus manusia yang mulia, sangat mulia bahkan. Setiap sesuatu yang berkaitan dengan Beliau ini menjadi sesuatu yang juga mulia.

Bulan Rabiul Awal yang dipilih ALLAH SWT sebagai bulan dimana Nabi Muhammad SAW dilahirkan mendapat nama lain sebagai Rabiul Anwar atau Bulan Rabi’ yang Terang Benderang karena Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada bulan tersebut. ALLAH SWT menginginkan agar tidak ada orang yang menganggap Nabi Muhammad SAW ini menjadi mulia karena Beliau dilahirkan di bulan yang mulia, justru Bulan Rabiul Awal menjadi mulia karena dilahirkannya Nabi Muhammad SAW.

madinah

Kemudian Kota Madinah yang dahulu bernama Kota Yastrib ini dikenal sebagai kota tempat pembuangan orang-orang yang sakit parah dan menular, sehingga dikenal sebagai kota yang kotor. Namun dengan izin ALLAH SWT, sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, kota itu dibersihkan oleh ALLAH SWT dari semua kotoran dan penyakit. Dan bahkan kemudian Kota Madinah mendapat julukan “Al-Munawwarah”. Madinah Kota yang Bercahaya Terang Benderang

Banyak sekali juga cerita keajaiban-keajaiban menjelang, dan juga pada saat Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Seperti yang banyak diketahui orang, ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan api abadi (tidak pernah padam selama 1000 tahun) yang selama itu disembah oleh kaum majusi tetiba padam, pohon-pohon tumbuh subur dan berbuah lebat, pasukan Gajah yang akan menyerang Mekkah dihancurkan oleh burung Ababil kiriman ALLAH SWT dengan membawa kerikil dari neraka. Kemudian kambing-kambing dan unta-unta tumbuh sehat dan menghasilkan susu yang sangat deras, berhala-berhala disekitaran Ka’bah runtuh seakan bersujud kepada ALLAH SWT, 14 tiang utama penyangga istana Kisra, Kerajaan Persia runtuh, dan masih banyak kisah ajaib lainnya.

Salah satu yang menarik bagi saya ialah kisah tentang Dzhul-Dzhul (mohon koreksi apabila salah) keledai milik Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Habib Muhsin di Pengajian Rutin Jumat Malam Sabtu di Masjid Al-Fallah Klojen Malang. Masih inget pepatah yang bilang

Janganlah engkau seperti keledai yang jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya

pepatah ini sungguh menunjukkan bagaimana bodohnya keledai. Keledai memang terkenal sebagai hewan yang bodoh dan tidak dapat diandalkan. Jalannya yang pelan, kemampuannya yang tidak bisa menarik beban yang terlalu berat membuat hewan ini dijadikan bahan bagi pepatah untuk menggambarkan kebodohan seseorang. Bahkan Nabi Muhammad SAW melarang untuk memakan daging keledai dan kuda poni (yang dianggap sama dengan keledai) sebagaimana Hadits Rasul (selengkapnya ada disini)

Dalam riwayat lain tercantum, “Pada hari penaklukan Khaibar mereka menyembelih kuda, bighal (kuda poni) dan keledai. Lalu Rasulullah saw. melarang memakan daging keledai dan bighal, namun beliau tidak melarang memakan daging kuda,” (Shahih, HR Abu Dawud [IX/3789] dan Ibnu Hibban [5272]).

Donkey-Side-02

Nah tapi ada beberapa riwayat yang menyatakan Nabi Muhammad SAW pernah memiliki keledai. Keledai berwarna abu-abu ini adalah hadiah dari Raja Mesir. Dan keledai yang biasanya hanya digunakan untuk mengangkut barang atau orang justru sangat disayangi oleh para Sahabat Nabi Muhammad SAW. Para Sahabat justru sering memberikan makan kepada keledai ini setiap melewati rumah mereka. Keledai ini sangat setia kepada Nabi Muhammad SAW, bahkan Beliau pernah membawanya ikut berperang. Dan ketika Nabi Muhammad SAW wafat, keledai ini berubah kelakuannya, seperti yang males ngapa-ngapain, seperti yang hilang “gairah hidupnya” sampai akhirnya Dzhul-dzhul ini menceburkan dirinya sendiri ke dalam sumur, seperti yang ingin segera bertemu dengan tuannya, subhanallah.

Mari kita lihat kisah Dzhul-dzhul ini, betapa hewan yang dikesankan sebagai hewan yang bodoh ini terlihat sekali bagaimana hidupnya sangat terpengaruh dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW karena saking cintanya dengan Rasulullah SAW. Seharusnya kita sebagai manusia (khususnya saya pribadi) harus bisa lebih mencintai Rasulnya, Rasulullah SAW yang nantinya akan memberikan syafaat kepada umatnya di akhirat.

Semoga kita selalu bisa meneladani segala perilakunya, semoga Nabi Muhammad SAW mau mengakui kita sebagai umatnya, dan semoga Nabi Muhammad SAW mau memberikan syafaat kepada kita nanti di hari akhir. Amin amin ya rabbal alamin

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad

Wallahua’lambisshowaab

About these ads

8 thoughts on “Kelahiran Nabi Muhammad SAW Yang Mulia

  1. om

    Jumhur ulama mana mas yang sepakat menyatakan kalau hari lahirnya Nabi Muhammad itu tanggal 12 ? Karena setau saya hal ini masih diperselisihkan, bahkan yang paling masyhur (terkenal) hanya pendapat kalau bulan kelahirannya adalah Rabiul Awal.

    Tapi ini pun bukan kemudian menjadi hujjah tentang perlunya merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad..

    ini kalau menurut saya sih.. hehe

    Reply
    1. Muhamad Yoesuf Post author

      jooossss, matur nuwun komengnya mas brow… :)

      saya sih nulis berdasarkan keterangan sama Ulama’ yang saya panut ya, Beliau memberikan keterangan seperti itu, dan saya berkeyakinan, ok lah, tanggal berapapun Nabi Muhammad SAW lahir, masih sangat pantes kalo event itu saya syukuri :)

      Kalo soal perlu gaknya ngerayain itu sih seperti yang saya tulis, saya ndak mau membahas perlu nggak sih merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW? karena saya tahu ini masih banyak yg memperdebatkan, sama seperti halnya perlu ngga sholat subuh pake doa qunut?

      Kalau saya pribadi sih menganggap perlu, alasannya… ah sudahlah, ndak perlu saya tulis, nanti malah panjang, hehehe, tapi saya meyakini perlu dilakukan :)

      wallahua’lam :)

      Reply
      1. om

        Nah, itu juga pemikiran yang menurut saya berbahaya mas. ketika dihadapkan dengan perbedaan seperti ini, kemudian kita malah memilih pendapat dan keyakinan pribadi..

        Lah, kita ini siapa? kok bisa memutuskan suatu perkara dalam agama ini ya atau tidak. Bukan maksud saya untuk menyalahkan atau gimana, tapi saya pengen mas ucup juga mau tau yang benar itu seperti apa, sebagaimana saya juga yang masih awam ini belajar untuk mencari tahu.

        Agama Islam ini kan sudah sempurna, jadi semua hal mengenai cara ibadah, muamalah dan yang lainnya pun pasti telah disampaikan oleh Rasulullah juga kan. Karenanya kalau ada masalah, perbedaan dan yang lainnya ayo coba kita kembalikan pada Al-Qur’an dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman para sahabat dan ulama-ulama terdahulu. insya Allah nanti ketemu jawabannya kalo memang diniatkan untuk mencari kebenaran. itu yang saya yakini mas..

        Mohon maaf kalau komennya jadi panjang dan agak gimanaa gitu. hehe. Tapi semoga kita dimudahkan untuk meniti diatas jalan kebenaran dan dijauhkan dari pemikiran dan pemahaman yang sempit. wallahua’lam bishawab.

  2. Ilham Maulana Ridwan

    mas mas jg abang abang….
    perbedaan adalah suatu keindahan bila tanpa ada perselisihan pandangan ibarat bunga ditaman
    dan jg perbedaan jd suatu kekuatan bila kita mau merasakan ibarat makan yg kita makan nasi udah keperut jadi kenyan bila yg kita makan adalah beras pandan wangi jadi masuk kehidung deh namanya wangi bukan nasi, tapi toh badan tidak ada masalh malah jadi kekeuatan
    jadi intinya bila kita memandang suatu perkara meskipun yg jelek, meliihat sisi baik nya maka akan menjadi kebaikan dan bila kita memandang suatu perkara dilihat dari sisi jeleknya meskipun yg jelek maka akan jadi jelek juga….

    conto sholat bila yg memandang itu sisi jleknya krna beda agama maka sholat itu akan jd jlek itu yg baik, karena manusialah yg bikin jlek sesuatu yg baik dan manusia jg yg bikin baik sesuatu yg jlek
    contoh pupuk kandang……

    bila anda bertanya apakah perlu ngerayain atau ga sih utk pringatan hari maulid?????

    saya tanya kepada anda yg bertanya dan jawaban pertanyaan anda ada pada pertanyaan ini,
    maukah anda punya seseorang yg sangat berjasa pada diri anda mengenang agar tidak lupa, serta bersyukur atas adanya dia yg berjasa sementara anda mampu utk melakukan itu sekaligus mengadakan tali silaturahim dgn sesama golongan atau kawan2 anda yg pernah diberi jasa oleh or itu????

    atau pernahkah anda merasa kangen pada ortu anda saat jauh dan merasa ingin bertemu??
    atau bagaimanakah cara anda agar tidak melupakan seseorg yg dikagumi atau disayangi atau dihormati atau pernah berjasa memberikan matanya supaya anda dpt melihat dikala anda buat???
    intinya jika mata anda buta dan tidak ada obatnya selain dioprasi diganti dgn yg lain trus tiba tiba anda mendapatkan mata dari org lain, bagai mana caranya anda membalas budi meski dia tidak mau dibalas?????

    satu lagi saya bertanya apakah anda pernah ulang tahun atau pernahkah anda merayakan ultah seseorg yg sangat anda syg????
    jawaban ada dalam diri anda sendiri……….

    yg jelas jgn menyalahkan kalau tidak tau dan tidak merasakan benarnya dan jgn membenarkan kalu tidak tausalahnya….

    Reply
  3. Ilham Maulana Ridwan

    terus bila kita mau kembali kepada al-qur*an dan hadis
    saya mau tanya juga kepada anda,…
    al-qur*an dan ayat mana dan hadis mana yg melarang untuk bertalisilaturahmi.atau bersedekah dan berbagi rizqi, bukan kah banyak ayat atau surat agar kita mempererat persaudaraan.harus saling tolong menolong saling menghormati
    atau bukan kah kita harus menjaga membaca serta mengamalkan nya kitab suci al-qur*an dan hadis???
    apakah anda tidak ingin

    masalah perayaan anda jg pernah merayakan hari kenaikan kelas….
    bila kurang faham silahkan bisa kirim emil k.saya
    agama udah jelas dan sempurna tp sempurna nya agama adalah oleh diri kita mau menerimanya dan mnjalankan nya.bukan oleh org lain atau oleh parebut hal sepele.

    anda berpedoman pada al-qur*an dan hadis saya pun demikian

    kalo anda seorang muslim maka akan menerima dgn senang hati dan akan merasa bahagia, tp bila anda bukan org muslim hanya org kafir yg pura pura muslim maka anda akan membenci dan emosi melihat org islam berkumpul dan berkerumun saling berbagi dan bersilaturahmi dimesjid dilapang atau dia aula merayakan kebahagiaan atas kelahirannya beliau nabi muhammad saw……

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s