Orang Jahat Hidup Nikmat

“Kenapa ya orang jahat itu malah hidupnya udah panjang umur, banyak rejeki, sehat hidupnya… bla..bla..bla..”

Mungkin pertanyaan ini banyak keluar dari mulut kita, yah entah itu keluar karena efek dari nonton sinetron atau mungkin memang terjadi di kehidupan nyata kita. Sebenarnya untuk pertanyaan tersebut sudah pernah disampaikan Rasullullah Muhammad SAW lebih dari 14 abad silam. Beliau berkata

“Jika engkau melihat ALLAH sedang memberikan kepada seseorang, sesuatu dari dunia yang ia sukai, sedangkan ia masih saja tenggelam dalam kemaksiatannya, maka ketahuilah itulah yang dinakaman istidraj (penguluran waktu untuk kemudian dibinasakan secara perlahan-lahan dan biasanya lebih menyakitkan)” (Hadits Rasul Ath-Thusi).

Begitulah penjelasan Rasullullah Muhammad SAW mengenai pertanyaan kita diatas. Seperti yang kita tahu, banyak sekali contoh yang mungkin bisa menggambarkan penjelasan Rasullullah tersebut salah satunya ialah seperti cerita berikut ini.

Ada satu orang, sebut saja dia Fulan, selama lima tahun terakhir ia bekerja di salah satu kantor pemerintah, selama lima tahun itu pula ia berusaha mengumpulkan “uang tambahan” yang berasal dari sumber yang haram. Dari lima tahun itu ia berhasil mengumpulkan lebih dari 250 juta rupiah. Rencananya ia akan membeli sebuah mobil mewah bekas yang diperkirakannya seharga sekitar 200 juta. Pada hari yang ia tentukan untuk membeli mobil tersebut, datanglah ketetapan ALLAH, bahwa kesia-siaan yang ada baginya.

Satu hal yang dapat dicatat, bila ALLAH sudah menghendaki sesuatu, pastilah sesuatu itu akan terjadi. Pada saat Fulan akan memberikan pembayaran sejumlah 200 juta rupiah sesuai harga mobil yang diinginkannya, dia berfikir untuk membayarkannya melalui transaksi online aga transaksi tersebut aman. Sepertinya kejadiaan ini seperti kebetulan, namun tidak ada kebetulan bagi ALLAH, saat itu transaksi online di seluruh Bank sedang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan. Karena offline, ia tidak bisa melakukan transaksi tersebut. Tapi karena ketidaksabarannya, akhirnya ia memutuskan untuk langsung mengambil uang tunai tersebut di Bank. Dibawalah uang sejumlah 200 juta rupiah ke showroom dimana mobil itu akan dibelinya, belum sempat ia sampai ditujuan, ia kemudian dirampok oleh kawanan perampok spesialis perampok nasabah bank. Uang 200 juta rupiah itupun berhasil dirampok ditambah lagi sebuah lubang bekas peluru dikaki Fulan yang diberikan perampok karena ia berusaha untuk melawan.

Dan Fulan pun sekarang hanya bisa menangis sedih dan kesakitan. Uang itu akhirnya “dinikmati” oleh orang lain, padahal ia sudah “berjuang” (dari yang haram tentunya) untuk mengumpulkan uang itu. Ketika sudah waktunya ia putuskan untuk menikmatinya, ia malah tidak mendapatkan apapun. Mungkin uangnya masih tersisa 50 juta rupiah karena yang berhasil dirampok “hanya” 200 juta rupiah. Tapi uang inipun harus masih digunakan untuk biaya rumah sakit karena kakinya yang ditembak oleh perampok. Menurut saya, sebenarnya ia masih rugi, sudah hilang uangnya sebesar 200 juta celakapun harus ia dapatkan.

Begitulah jika ALLAH sudah membukakan pintu rejeki, DIA akan carikan banyak jalan rejeki bagi kita. Begitu pulalah jika ALLAH sudah berkehendak untuk mencabut kenikmatan kita. DIA akan giring kita kepada pintu-pintu kebinasaan.

Wallahua’lam bisshowaab

Disarikan dari tulisan Ust. Yusuf Mansur di dalam bukunya “Mencari Tuhan Yang Hilang”.

4 thoughts on “Orang Jahat Hidup Nikmat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s