Menghilangkan Beban Perjalanan Mudik Cara Rasulullah SAW

Mudik yook mudikkk…. Yeaayy… \^o^/

Yup inilah salah satu moment yang paling ditunggu-tunggu sebagian muslim di Indonesia dalam bulan Ramadhan. Seperti halnya keluarga kami yang asli Tasikmalaya namun tinggal di Malang, mudik ialah salah satu moment yang paling kami tunggu tiap tahun, rasa excited akan pulang kampong, kembali bertemu keluarga yang nun jauh disana, merasakan suasana kampong halaman dan tentu saja makanan khas nya yang selalu bikin kangen😛. Kebiasaan mudik (dari asal kata mulih udik, atau pulang kampung) ini memang salah satu kebiasaan yang bias jadi baik dan juga sekaligus kurang baik tergantung niat awalnya. Jadi baik apabila mudik kita kita niatkan untuk dapat bersilaturahmi dengan orang tua, saudara, kawan dan lainnya dan jadi kurang baik bila niatnya salah, seperti ingin pamer “kesuksesan”-nya di kota.

Setahu saya bukan hanya kita di Indonesia yang punya kebiasaan mudik, ternyata masyarakat China pun punya kebiasaan untuk mudik di hari raya Imlek. “Ritual” rutin tahunan ini juga selalu menemui beberapa kendala yang hampir sama. Masalah tiket yang sulit sekali didapatkan, kalaupun dapat tiket pasti dengan harga yang “luar biasa”, naik sampai 2 kali lipat daripada harga tiket di hari biasa, infrastruktur jalan yang selalu ada saja yang rusak dan baru diperbaiki menjelang masa mudik, sampai meningkatnya angka kecelakaan akibat para pengguna transportasinya yang kurang waspada, yaah banyak lah.

Mungkin kalau saya ilustrasikan kondisi mudik seperti di atas, bayangan kita akan mudik pasti akan terasa sedikit berat, maaf, bukan itu maksud saya. Lagipula Nabi kita Nabiullah Muhammad SAW pernah memberikan beberapa tuntunan kepada kita bagaimana agar kita dapat menghilangkan beban selama perjalanan.

Disebutkan dalam Hadits, yang artinya : “Dan dari Abdullah bin Sarjis RA, ia berkata, ‘Apabila Rasulullah SAW hendak bepergian, beliau berlindung dari beban perjalanan, bahaya yang mungkin menimpa, kekurangan setelah kecukupan dan buruknya pemandangan dalam keluarga dan harta’ ” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi).

Bahwasanya Nabiullah Muhammad SAW sebelum mengadakan perjalanan, meskipun Beliau adalah Nabi yang selalu dilindungi langsung oleh ALLAH SWT, namun Beliau tetap saja berdoa kepada ALLAH SWT untuk memohon perlindungan NYA ketika hendak bepergian, sebagaimana beliau juga selalu berdoa dan menyebut nama ALLAH SWT dalam segala hal dan setiap waktu.

Dari Hadits diatas dapat diambil beberapa keterangan, Nabiullah Muhammad SAW meminta kepada ALLAH SWT beberapa hal sebelum perjalanan Beliau :

“Berlindung dari setiap beban perjalanan”, maksudnya ialah kita dianjurkan untuk meminta kepada ALLAH SWT agar tidak ada beban berat dalam perjalanan kita seperti jauhnya perjalanan yang akan kita tempuh, dari teriknya matahari selama perjalanan kita, dan juga dari terik dan dinginnya malam yang akan menusuk tulang.

“Bahaya yang mungkin menimpa”, maksudnya karena biasanya orang yang bepergian itu membawa resiko, bias jadi ia akan kehausan, kepanasan, kedinginan, kehabisan bekal, menemui kejahatan manusia seperti perampokan, diterkam binatang buas dan sebagainya.

“Kekurangan setelah kecukupan”, maksudnya agar kita tetap dicukupkan setelah kita melakukan perjalanan, jadi jangan sampai bekal kita habis duluan sebelum kita kembali pulang.

“Buruknya pemandangan dalam keluarga dan harta”, adalah selama kita tinggal dalam perjalanan, jangan sampai terjadi hal yang buruk pada keluarga dan harta benda yang kita tinggalkan, sehingga ketika kita pulang kembali ke rumah, kita tidak mendapati keluarga dan harta yang kita tinggalkan dalam keadaan yang kurang.

Sedangkan ada pula Hadits lain yang menyebutkan doa yang dibaca oleh Nabiullah Muhammad SAW ketika akan bepergian :

“Allahumma innaa nas aluka fii safarinaa hadzal birro wataqwaa wa minal ‘amali ma tardhoy. Allahumma antas shohibu fiissafari wal khollifatu fiil ahli (Rowahul Muslim)”

Yang artinya :

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa kepada-Mu, serta perbuatan yang Engkau ridhoi dalam perjalanan kami ini, Ya Allah, ringankanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jarak yang jauh kepada kami. Engkau adalah kawan dan pengganti dalam keluarga (HR. Muslim)”

memohon kebaikan dan taqwa kepada-Mu”, maksudnya ialah agar dalam perjalanan kita dipenuhi berkah dan mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan kita melakukan perjalanan tersebut dan kita dapat sampai dengan selamat sampai tujuan dan tetap dalam keadaan taqwa kepada ALLAH SWT

perbuatan yang Engkau ridhoi dalam perjalanan kami ini”, maksudnya ialah karena terkadang seseorang dapat tergoda untuk melakukan sesuatu perbuatan maksiat dalam perjalanan, entah itu dikarenakan lamanya perjalanan kita yang menyebabkan kita berpisah dengan keluarga (khususnya untuk yang sedang menikah) ataupun mungkin dikarenakan jenuh  dengan rutinitas dan beban perjalanan yang melanda selama perjalanan

“ringankanlah beban kami”, maksudnya hal ini kurang lebih sama maksudnya dengan permohonan kita agar dapat dilindungi oleh ALLAH SWT dari beban selama perjalanan. Sedangkan “dekatkanlah jarak yang jauh”, yakni permohonan kita agar perjalanan jauh dan lama yang akan kita tempuh terasa lebih dekat dan cepat sampai. Adapaun maksud “kawan dalam perjalanan”, karena ALLAH SWT senantiasa bersama hamba-Nya dimanapun berada. Dan “Pengganti dalam keluarga”, maksudnya yaitu kita menitipkan keluarga kita kepada ALLAH SWT agar mereka selalu dijaga selama kita tinggalkan dalam perjalanan

So, buat semua teman yang akan melakukan perjalanan mudik, silakan dapat melakukan apa yang Nabi kita contohkan, silakan perhatikan doa yang Beliau ucapkan, betapa luar biasa, mencakup semua hal, perlindungan diri kita, keluarga dan harta yang kita tinggal termasuk juga kondisi ketaqwaan kita kepada-NYA, Subhanallah

Bersyukurlah kawan kalau kawan tahun ini InsyaALLAH bisa mudik, jalin silaturahmi dengan semua karena tidak semua orang bisa mudik seperti kawan, termasuk saya ( maaf, kalu yang ini agak curcol T_T). Kalau boleh pinjam lirik dari P-Project di lagu Mudik “Lebaran sekarang ku tak jadi pulang, lebaran sekarang ku hanya titip salam, karena ku tak mampu pulang ke kampung halaman…” huahahahahahaha

 

btw, kalo misal koneksinya agak cupu bisa langsung kesini ya😛 –> P Project – Mudik

Selamat menempuh perjalanan mudik kawan, hati-hati di jalan, jaga diri, keluarga dan taqwa kita, salam hormat saya untuk keluarga di rumah

Wallahu ‘alam bis showaab

#disarikan dari artikel yang berjudul “Menghilangkan Beban Perjalanan” di rubrik Sunnah Rasulullah Tabloid Media Ummat Edisi 98 Tahun ke IV Oktober 2010/ Syawal 1431H

sumber gambar ini, itu, sini, sana

14 thoughts on “Menghilangkan Beban Perjalanan Mudik Cara Rasulullah SAW

  1. rhyme

    waah gimana ya,, jadi takut i aku kan naek bus,, baliknya ke sini… terus kalo ada pembajakan gimna ya allah lindungilah hambaMu ini… :((

    Reply
    1. ncupndut Post author

      heh????
      pembajakan???
      DVD bajakan maksudnya???
      sape yang mau nge bajak buu??? pak tani??? hohohoho…

      heleh, wes tau kan doane, yo moso doa seorang mbun ditolak yo, bulan ramadhan lagi…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s