Majelis Managemen Qalbu Masjid Istiqlal

Alhamdulillah…
Akhirnya nulis lagi di blog ini, maklum lah, gimana sih kalo orang sibuk mah hehehe

Hari ini (Minggu, 11 Maret 2012) saya atas izin ALLAH SWT datang ke Majelis Managemen Qalbu Masjid Istiqlal asuhan KH. Abdullah Gymnastiar atau yang biasa kita kenal dengan Aa’ Gym. Majelis Ilmu ini diselenggarakan setiap hari minggu, minggu kedua setiap bulannya, berlokasi di Masjid Istiqlal Jakarta dan dimulai mulai pukul 09.00 pagi sampai menjelang waktu dzuhur. Majelis ilmu ini biasanya dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama diisi oleh Ustadz dari Ponpes Daarut Tauhiid atau Kyai tamu dari luar Ponpes Daarut Tauhiid (kali ini diisi oleh Ustadz Yusuf Mansur). Baru setelah itu sesi kedua diisi oleh Aa’ Gym.

Untuk para pembaca yang mungkin belum tahu, sebagai informasi Aa’ Gym secara rutin mengisi pengajian di Jakarta setiap minggunya, (yang saya tahu) di Masjid Istiqlal setiap hari Minggu mulai pukul 09.00 sampai waktu dzuhur minggu kedua setiap bulan , di Masjid Baitul Ihsan Kompleks Bank Indonesia setiap hari Senin pukul 19.00 sampai sekitar pukul 20.30,di Masjid Pondok Indah, di Masjid Pasaraya Blok M, dan di beberapa tempat lain (maaf saya ndak apal…hehehe). Untuk informasi lebih lanjut dapat di cek di http://www.dtjakarta.or.id , so untuk para pencari ilmu agama ALLAH SWT silakan datang J

Mungkin ada diantara kita yang berkomentar, “hari gini masih ikutan pengajiannya Aa’ Gym??? Buat apa, dia sendiri ngomong amam perbuatannya gak sesuai gitu…” mungkin pernyataan tadi mengarah ke sikap Aa’ Gym yang memutuskan untuk berpoligami. Yah, wajar sih, masih banyak orang yang menganggap sikap itu tidak selayaknya dilakukan oleh seorang Aa’ Gym. Saya pribadi sebenarnya tidak mau tiba-tiba harus menyalahkan hal itu, karena poligami adalah salah satu hal yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang PASTI benar dan beralasan (silakan cari referensi mengenai Poligami Dalam Islam, apa dan bagaimananya). Saya tidak mau menilai bahwa tindakan Poligami itu salah (walaupun saya sendiri tidak ingin melakukannya), saya masih sangat yakin bahwa Poligami itu boleh kita dilakukan dan tentunya dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Anyway, sebenarnya bukan itu yang ingin saya ceritakan disini. Dari tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Edi Abu Marwa, Ustadz Yusuf Mansur dan Aa’ Gym kemarin, ada beberapa hal yang saya anggap sangat menarik untuk dipahami dan mungkin dilakukan.  Tema tausiah mengenai Haji, manasik holosal, sedekah dan tauhiid ini seperti saling menyambung. Ustadz Edi menyampaikan bahwa sebenarnya jika kita ingin berhaji atau umroh, kita harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Mempersiapkan diri disini bukan hanya mempersiapkan materi untuk bias pergi ke Baitullah, namun kesiapan tauhiid dan ilmu jadi lebih penting ketika masalah biaya menjadi sangat kecil dihadapan ALLAH SWT. Kejar kesiapan ilmu kita untuk bias berangkat kesana, belajar mengenai thawaf, sa’I, melempar jumrah, bahkan meskipun kita belum mampu untuk berangkat kesana dilihat dari kesiapan materi. Ustadz Edi mengilustrasikan seperti halnya ketika kita di kantor yang bergerak dibidang wisata dan tiba-tiba sang bos bertanya kepada seluruh karyawannya, ”apakah disini ada yang mengerti mengenai mesin otomotif..???” dari seluruh karyawan hanya ada 1 orang dari divisi marketing yang menjawab dengan percaya diri kalau dirinya mengerti mengenai mesin otomotif. Kemudian si boss pun bertanya “kok kamu bias tahu tentang mesin otomotif, padahal kan kamu orang marketing..???” dan si karyawan pun menjawab “saya belajar mengenai mesin otomotif Pak, yaah meskipun saya belajar bukan dari lembaga resmi yang mengajarkan tentang mesin otomotif”. Mendengar jawaban itu si boss mengangguk dan mengatakan “OK, kalau gitu kamu minggu depan berangkat ke Jepang, disana akan ada pameran otomotif besar dan kita berencana untuk membeli kendaraan bisnis dalam jumlah besar”. Kisah seperti ini ada kalanya juga akan terjadi kepada kita untuk urusan Haji atau Umroh, ALLAH SWT bias saja akan mendatangkan kesempatan kepada kita untuk bias berangkat ke Baitullah secara tiba-tiba, dan alangkah bahagianya apabila kita bisa mengambil kesempatan itu dengan kesiapan kita akan tauhiid dan ilmu yang kita punya.

Pada tausiah selanjutnya, giliran Ustadz Yusuf Mansur yang “menyengat” kami yang dating kesana dengan amalan yang bisa kita lakukan untuk bisa pergi ke Baitullah. Beliau menyampaikan kita harus berani bermimpi untuk bisa berangkat kesana, sama seperti halnya kita bermimpi untuk bisa memiliki mobil, rumah atau istri yang baik (heheh maap curhat dikit :p ). Bayangkan bagaimana nikmatnya sholat berjamaah di Masjidil Haram, di-imam-i oleh Imam Sudais, puas berdoa di depan Raudloh dan kenikmatan beribadah selama kita di Baitullah. Sebagaimana ciri khas Ustadz Yusuf Mansur yang selalu mengingatkan kita untuk menjemput impian kita dengan banyak bersedekah, perbanyak sholat sunnah dan ngaji Al-Quran.

Setelah itu kemudian Aa’ Gym yang memberikan tausiah kepada kami, Beliau menjelaskan bagaimana kita harus mempersiapkan kesiapan tauhid kita kepada ALLAH SWT. Beliau juga menjelaskan bagaimana kekuatan doa sebagai senjata yang paling ampuh bagi orang-orang yang beriman. Karena ALLAH SWT pasti mengabulkan manusia yang mau meminta dan beriman kepadaNYA. Doa sebagai senjata orang-orang yang beriman, selayaknya senjata juga membutuhkan amunisi yang tepat agar dapat digunakan secara maksimal, dan berikut adalah perbuatan yg dapat membuat doa kita semakin kuat :

  • perbanyak baca Al-Quran
  • perbanyak sedekah
  • perbanyak dan perbaiki kualitas sholat kita
  • perbanyak menolong orang lain
  • perbanyak dzikir kepada Allah SWT,
  • perbanyak istighfar
  • jangan berghibah (gosip),
  • jaga tubuh kita dr sesuatu yang haram

Berdoa sendiri dapat dilakukan kapan saja, karena setiap waktu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Sedangkan kalau boleh meminjam istilah dari Pak Mario Teguh, namun ada waktu- waktu dimana doa kita akan menjadi “SUPER” mustajab untuk dilakukan, yaitu di waktu-waktu :

  • waktu kita ada di arafah,
  • waktu 1/3 malam,
  • waktu hujan deras,
  • waktu sesudah adzan
  • waktu antara ashar – maghrib di hari Jumat,
  • waktu brsujud,
  • waktu stelah sholat fardhu,
  • waktu sedekah
  • wktu dianiaya org lain,
  • wktu diantara 2 khutbah
  • waktu ketika berbuka puasa

Demikian intisari yang dapat saya berikan dari tausiah ketiga Ulama’ kita tersebut, untuk yang belum pernah pergi ke Baitullah, semoga kita dapat berangkat ke Baitullah dengan cara dan ilmu yang benar, serta mambrur Haji atau Umrah kita. Dan untuk yang sudah pernah berangkat ke Baitullah, semoga Haji atau Umrahnya mambrur, dapat mengaplikasikan Haji atau Umrahnya dikehidupan sehari-hari dan juga bisa kembali berangkat ke Baitullah… Amien ya Rabbalalamien…

Wallahua’lam bisshowaab…

 

nb : gambar diambil dari facebook Daarut Tauhiid Jakarta dan muhammadaanxfarhan.wordpress.com

2 thoughts on “Majelis Managemen Qalbu Masjid Istiqlal

  1. z31nt

    Sebanarnya itulah ujian aa gym. Alloh ngetes beliau dulu sehingga dia bisa seperti sekarang, memberikan pelajaran tauhid. Makanya sekarang semua materi yg di sampaikan aa gym adalah tauhid.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s