Belajar Yakin

Buat kita yang Muslim, pernah ga denger kalimat “Yakinlah, kalau semua itu datangnya dari ALLAH SWT” ?? InsyaAllah saya yakin kita semua pernah denger kalimat itu. Tapi masalahnya, apakah kita udah bener-bener yakin sama ALLAH SWT atas semua yang terjadi pada kita itu atas kehendaknya??? Di kalangan kita biasanya keyakinan ini “Cuma” meliputi keyakinan atas kehidupan, kematian, rezeki dan jodoh. Padahal setiap gerakan kita, setiap perilaku kecil kita, sekecil apapun amal kita itu benar-benar atas kehendak dan datangnya dari ALLAH SWT.

Kalau diantara kita masih ada yang kurang yakin dengan pernyataan saya tadi diatas, mungkin bisa coba praktekin perilaku temen saya ini, nama beliau Ahmad, kebetulan waktu itu kita sama-sama seorang perantau dari daerah yang kerja di Jakarta. Kejadian yang dialami Ahmad ini bener-bener ngebuktiin bahwa setiap yang terjadi pada kita itu adalah kehendak ALLAH SWT, bukan cuma kematian ataupun jodoh. Bahkan beliau ini membuktikan bahwa dia bisa makan tanpa membutuhkan uang, dia Cuma butuh yakin sama ALLAH SWT. Emang bisa??? Silakan disimak dulu cerita beliau ini #deeileeehh

Ahmad jalani hari-harinya seperti biasa, bangun tidur, sholat, mandi, sarapan, berangkat kerja, kerja, pulang kerja dan diakhiri istirahat malem. Tapi hari itu ada yang berbeda dengan Ahmad. Setelah dia sholat subuh, dia sengaja lanjutin kegiatan dengan nonton tivi. Yah berhubung masih jam-jam fajar, acara yang ada Cuma acara berita pagi dan ceramah di berbagai tivi. Dan kebetulan pas nonton acara tausiyahnya Ust. Yusuf Mansur di salah satu tivi swasta kita. Oh iya maaf kan kita ceritanya kita lagi belajar keyakinan terhadap semua itu datangnya dari ALLAH, so gak ada ceritanya kebetulan, ini memang udah disetting oleh ALLAH SWT agar seperti ini jalannya untuk Ahmad.

Pagi itu Ust. Yusuf Mansur membahas hal yang sama dengan bahasan kita saat ini, keyakinan terhadap ALLAH SWT. Beliau bercerita tentang bagaimana kita harus meyakini setiap kejadian pada kita adalah semata atas kehendak ALLAH SWT. Di sela-sela tausiyah, Beliau bercerita tentang seseorang yang sangat yakin kepada ALLAH SWT sampai-sampai orang itu tidak butuh uang untuk dia dan keluarganya makan, dia hanya butuh yakin bahwa yang bisa membuat dia dan keluarganya makan hanyalah ALLAH SWT bukan uang.

Dan ALLAH SWT membuat cerita dari Ust. Yusuf Mansur ini membuat Ahmad “tertantang”. Dia ingin mencoba dirinya sendiri, sebesar apa keyakinannya kepada ALLAH SWT. Ahmad mulai inget-inget berapa cost untuk dia makan selama sehari. Setelah itu Ahmad cek dompetnya, kebetulan di dompetnya hanya ada 6000 rupiah saja, bukannya dia tidak punya uang, dia hanya belum ambil uang saja di tabungannya via ATM. Saat itu juga dia bertekad untuk menyedekahkan 6000 rupiah itu dan tidak mau mengambil uang sepeserpun dari ATM nya. Dia hanya ingin yakin kepada ALLAH SWT bahwa yang memberikan dia makan hanya ALLAH SWT bukan uang yang dia punya.

“Bismillah”, itu yang dia katakana untuk memulai harinya dengan keyakinannya itu. 6000 rupiah itu sudah dia sedekahkan, dan dia berangkat ke kantor dan melewatkan sarapannya karena tekadnya. Dia tetap yakin bahwa hari ini dia akan makan tanpa uang, hanya karena ALLAH SWT. Sampai kantor, Alhamdulillah rasa lapar karena nggak sarapannya langsung diganti sama ALLAH SWT dengan jatah susu dari kantor, dia mulai berfikir “wah, mulai diberi nih sama ALLAH SWT, saya gak harus beli buat bisa minum susu, alhamdulillah”. Mulai beranjak siang dia juga lewatin makan siangnya, meskipun semua temen kantornya ngajakin dia buat makan siang, dia tetep coba buat belajar yakin bahwa ALLAH SWT bakalan ngasi dia makan hari itu, yah meskipun godaan buat ambil uang di ATM lumayan besar dia bilang. Sampai nyaris jam pulang kantor, dia belum juga dapet makan yang “dianter” langsung sama ALLAH SWT selain susu tadi pagi. Laper mulai nyerang, perut keroncongan, badan udah lemes dan udah bener-bener tergoda buat ambil uang di ATM untuk beli makan.

Sebelum pulang ke kos, tiba-tiba Ahmad dapet kabar dari teman kuliahnya yang juga kerja di Jakarta. Sang teman kemudian bertanya ke Ahmad apa Ahmad punya waktu senggang setelah jam pulang kantor, karena sang teman mau ngadain syukuran ulang tahunnya di restoran Hanamasa bareng temen-temen seangkatan. Alllahuakbar!!! Subhanallah!!! Alhamdulillah!!! Keyakinan Ahmad terbayar. ALLAH SWT bener-bener “nganterin” makanan buat Ahmad dengan cara terbaikNYA. Makan di restoran yang sangat layak, plus bisa silaturahmi bareng temen-temennya yang lama sudah tidak bertemu. Ahmad kemudian juga sadar, kalau ternyata selama ini dia belum pernah makan di Hanamasa, dan untuk sekali makan (waktu itu) minimal menghabiskan 60,000 rupiah per orang nya. Sejak saat itu Ahmad bercerita kepada saya bahwa dia tidak lagi jadiin uang sebagai satu-satunya cara untuk bisa dapetin apa yang dia mau. Tinggal laporan dan minta ke ALLAH SWT, pasti ALLAH SWT kasi yang terbaik untuk kita, kalau kita benar-benar yakin sama kekuasaan ALLAH SWT. Subhanallah..!!!

Dari cerita Ahmad, saya jadi inget tausiyah yang pernah KH. Abdullah Gymnastiar pernah sampaikan, bahwa sebenarnya kita jauh lebih sering diberi nikmat oleh ALLAH SWT apa-apa yang sebenarnya kita tidak minta secara langsung lewat doa-doa kita. Pernahkah kita minta agar bisa terus bernafas dengan baik kalau kita sedang sehat?? Pernahkah kita minta agar mata kita terus bisa berkedip kalau kita sedang tidak sakit mata?? Pernahkah kita minta agar pencernaan kita tetap sehat kalau kita sedang tidak sakit perut?? Dan ALLAH SWT memberikan itu semua tanpa kita minta. Bayangkan saja, Ahmad yang “hanya” mensedekahkan 6000 rupiahya plus keyakinan yang penuh kepada ALLAH SWT, kemudian diganti oleh ALLAH SWT Ahmad bisa makan di restoran yang kalau dia harus bayar, nilainya 10x lipat dari uang yang dia sedekahkan pagi itu. Belum lagi nikmat bisa bersilaturahmi bareng temen-temennya di Jakarta, dan dia gak minta itu.

So, mulai sekarang jangan khawatir kita tidak bisa makan karena kita tidak punya uang. Karena yang bisa bikin kita makan itu bukan uang, tapi ALLAH SWT. Jangan juga kita jadi merasa tidak bisa melakukan apapun hanya karena kita tidak punya apa-apa. Cukupkan dan yakinkan bahwa ALLAH SWT bisa memberikan apa yang kita butuhkan, meskipun terkadang kita lupa untuk memintaNYA. Terakhir, satu lagi tausiyah dari KH. Abdullah Gymnastiar yang saya rasa mungkin cocok dengan bahasan kita, dan mungkin bisa jadi pengingat kita untuk selalu yakin sama ALLAH SWT

Jangan takut kita tidak punya rezeki,
Takutlah jika kita tidak yakin kepada ALLAH SWT kita tidak diberi rezeki oleh-NYA
Jangan takut kita tidak punya rezeki,
Takutlah jika kita tidak bisa menjemputnya dengan cara yang jujur
Jangan takut kita tidak punya rezeki,
Takutlah jika kita tidak bersabar ketika ALLAH SWT menahan sebentar rezeki kita
Jangan takut kita tidak punya rezeki,
Takutlah jika kita tidak bersyukur telah diberi rezeki oleh-NYA
Jangan takut kita tidak punya rezeki,
Takutlah jika kita tidak ridho ketika ALLAH SWT kembali mengambil rezeki kita

Wallahua’lambisshowaab

4 thoughts on “Belajar Yakin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s