Hari Asyura dan Kepasrahaan Nabi Ibrahim AS

Sebenernya saya telat kalo harus posting tulisan ini, idealnya minggu lalu saya tulis soal ini. Hari Asyura, hari yang diagungkan oleh 3 agama samawi, Islam, Nasrani dan Yahudi. Hari Asyura adalah hari kesepuluh di bulan Muharram, hari dimana banyak sekali kejadian besar dalam sejarah hidup umat Muslim maupun semua umat di dunia. Meskipun saya secara pribadi, beberapa hal ini belum ditemui sumber tertulis yang benar-benar terpercaya, namun banyak umat Muslim termasuk saya mempercayai hal hal berikut ini yang berkaitan dengan Hari Asyura.

Beberapa Kejadian Penting di Hari Asyura :

  • Di Hari Asyura, Nabi Adam diciptakan
  • Di Hari Asyura, ALLAH SWT menerima taubat Nabi Adam dan Ibu Hawa karena telah memakan buah khuldi
  • Di Hari Asyura, ALLAH SWT menurunkan Nabi Adam dan Ibu Hawa ke bumi
  • Di Hari Asyura, Nabi Musa dan kaumnya selamat dari kejaran Fir’aun, dan Fir’aun ditenggelamkan oleh ALLAH SWT di Laut Mati
  • Di Hari Asyura, Nabi Ibrahim diselamatkan ALLAH SWT dari hukuman bakar oleh Raja Namrud
  • Dan ada beberapa kejadian penting lainnya yang terjadi di Hari Asyura

Beberapa Ulama’, khususnya Ulama’ Ahlus sunnah wal jama’ah menyarakan beberapa amalan utama yang bisa dilakukan pada Hari Asyura antara lain

  • Puasa Sunnah pada Hari Asyura,
    Lebih disunnahkan untuk juga melakukan puasa Ta’suah atau puasa sehari sebelum Puasa Asyura agar membedakan kita dengan kaum Nasrani dan Yahudi yang juga melakukan puasa di Hari Asyura karena Rasulullah SAW pernah bersabd

    “Puasalah kalian pada hari ‘Asyura’, dan berbedalah dengan Yahudi. Berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”

    Fadhilah lain yang juga disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW mengenai puasa Asyura adalah Dapat menghapus dosa-dosa setahun lalu.

  • Menyantuni Anak Yatim
  • Melebihkan nafkah pada keluarga
    Sesuai sabda Rasulullah SAW

    “Barangsiapa memberi keleluasaan kepada keluarganya di hari ‘Asyura’, Allah akan memberinya keleluasaan kepadanya sepanjang tahun itu.”

Nah ada yang menarik dari salah satu sejarah Hari Asyura, minggu lalu Habib Muhsin bercerita kepada kami di Majlis Jumat Malam di Masjid Al Falah Klojen Malang, mengenai kejadi Nabi Ibrahim AS yang selamat dari hukuman bakar oleh Raja Namrud. Jadi seperti yang kita ketahui bersama, Nabi Ibrahim dijatuhi hukuman oleh Raja Namrud karena beliau telah menghancurkan banyak berhala yang saat itu disembah hampir oleh seluruh rakyat Raja Namrud.

Diputuskanlah Raja Namrud menjatuhi hukuman kepada Nabi Ibrahim yaitu dibakar hidup-hidup. Untuk membakar Beliau, Raja Namrud memerintahkan kepada seluruh rakyatnya untuk mengumpulkan  kayu bakar untuk membakar Nabi Ibrahim sebagai salah satu cara untuk mendapatkan berkah dari berhala-berhala yang telah dihancurkan oleh Nabi Ibrahim. Bahkan menurut beberapa riwayat, Raja Namrud memerintahkan hal itu sampai sebulan lamanya hingga kayu bakar itu sebesar sebuah bukit.

Kolam Ibrahim, dipercaya sebagai lokasi dimana Nabi Ibrahimdibakar oleh Raja Namrud

Disaat Raja Namrud ingin menghukum Nabi Ibrahim, datanglah iblis untuk “memanas-manasi” Raja Namrud agar penyiksaan terhadap Nabi Ibrahim bisa lebih kejam. Iblis mempengaruhi Sang Raja untuk membuat sebuah ketabel besar untuk melempar Nabi Ibrahim dari atas bukit ke bukit kayu bakar yang akan digunakan untuk menghukum Nabi Ibrahim, dan kemudian Sang Raja pun membuat sebuah ketapel raksasa untuk melempar Nabi Ibrahim.

Hari eksekusi pun tiba, Raja Namrud memerintahkan kepada prajuritnya untuk menyalakan api yang diriwayatkan memang membentuk sebuah bukit api yang sangat besar dan kemudian mengikat Nabi Ibrahim dan melemparnya. Ketika Nabi Ibrahim mulai dilempar dari ketapel raksasa itu, ALLAH SWT kemudian memerintahkan kepada Malaikat Jibril untuk turun dan bertanya kepada Nabi Ibrahim apakah Beliau mau ditolong. Turunlah Malaikat Jibril dan melakukan apa yang diperintahkan oleh ALLAH SWT, dan bertanya kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Nabi Ibrahim, butuhkah kamu dengan pertolonganku?” kemudian Nabi Ibrahim pun menjawab dengan doa yang sangat terkenal

“Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Maula Wa Ni’man Nashir” yang artinya “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”

Seketika itu pula ALLAH SWT memerintahkan kepada api yang menyala itu

“Hai api, menjadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.”

Dan meskipun Nabiullah Ibrahim tetap dilempar kedalam api yang sebesar bukit itu, Beliau tetap selamat, dan dengan kepasrahan Beliau akan pertolongan ALLAH SWT, DIA menunjukkan kebesarannya yang kemudian disaksikan oleh semua rakyat termasuk Raja Namrud dan juga menjadi sejarah besar bagi umat manusia sampai saat ini.

Sejak saya dengar kisah ini minggu lalu, entah kenapa saya jadi senang sekali menyisipkan doa Nabi Ibrahim tersebut. Bagi saya doa itu mengandung kekuatan kepasrahan penuh kepada ALLAH SWT, tidak ada urusan dengan manusia, jabatan, kekuasaan, uang dan yang lainnya, cukup hanya ALLAH SWT semata. Semoga kita semua bisa meneladani kepasrahan Nabi Ibrahim kepada ALLAH SWT yang penuh itu.

Wallahua’lam bisshowaab

2 thoughts on “Hari Asyura dan Kepasrahaan Nabi Ibrahim AS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s