Give Your Best

images
Suatu hari ada seorang mandor bangunan yang sudah bekerja lebih dari 50 tahun di sebuah perusahaan kontraktor, dia adalah seorang yang baik dalam bekerja selama ini. Sang pemilik perusahaan pun memang memuji semua pekerjaan yang dia lakukan selama ini karena pekerjaannya selalu memuaskan. Hari itu sang mandor berkeinginan untuk menghadap ke sang pemilik perusahaan. Dia merasa dia sudah bekerja lebih dari 50 tahun dan sudah saatnya pensiun dan menghabiskan waktunya bersama keluarga.

Sang mandor pun akhirnya bisa bertemu dengan sang pemilik. Seperti niatnya, dia pun menyampaikan keinginannya untuk mundur dan pensiun dari pekerjaannya. Sang pemilik perusahaan yang selama ini puas dengan pekerjaan sang mandor pun bertanya kepada sang mandor kenapa kok pengen mundur, setelah mendengar semua cerita sang mandor, sang pemilik pun memberikan ijinnya agas sang mandor bisa pensiun, tapi dengan 1 syarat, dia harus menyelesaikan 1 proyek terakhirnya, membangun 1 rumah terakhir.

Dengan terpaksa sang mandor pun menerima tugas terakhirnya. Dia berfikiran kenapa untuk pensiun saja rasanya susah sekali, harus pakai syarat segala. Akhirnya sang mandorpun mengerjakan rumah ini dengan setengah hati, tidak dia kerjakan seperti pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. Dia hanya ingin pensiun dan menghabiskan waktu bersama keluarga, dalam waktu dekat. Akhirnya dia mengerjakan rumah itu memang asal-asalan, pemilihan bahannya asal yang ada, proses pemasangan bahan untuk rumah itu juga seperti yang “dikejar setoran” pokoknya serba asal-asalan.

GreenPark_Mirror

Setelah rumah itu jadi, sang mandor kemudian menghadap sang pemilik perusahaan untuk melaporkan bahwa rumahnya sudah selesai dikerjakan dan ingin menagih janjinya agar bisa diijinkan untuk pensiun dari pekerjaannya. Tapi kemudian sang pemilik perusahaan mengatakan bahwa sebelum sang mandor pensiun ia ingin memberikan rumah terakhir yang dia bangun sebagai ucapan terimakasih karena selama ini sudah bekerja dengan baik kepadanya (udah ketebak ya ceritanya.. :D). Yang mandor pun kemudian menyesal, kenapa ia mengerjakan rumah terakhirnya itu dengan asal-asalan dan tidak sepenuh hati seperti biasanya.

Sama dengan ibadah yang kita lakukan untuk ALLAH SWT, sebenarnya semua amal ibadah kita itu akan kembali ke kita, bukan untuk ALLAH SWT. ALLAH SWT yang Maha Mulia tidak akan berkurang kemuliaannya meskipun semua mahluk-NYA tidak ada yang melaksanakan amal ibadah. Begitu pula sebaliknya, ALLAH SWT tidak akan bertambah kemuliaannya meskipun semua mahluk-NYA taat melaksnakan smeua perintah-NYA.

Oleh karena itu ibadah yang sempurna yang kita lakukan, ibadah yang khusuk dan ikhlas itu sebenarnya untuk kita, bukan untuk ALLAH SWT. Kalau cuma pahala dan atau surga saja mah pasti kita dapet kalau kita beribadah sesempurna mungkin. Senada dengan Hadits Nabi yang menagatakan bahwa ALLAH SWT itu Maha Baik dan tidak menerima yang tidak baik, hanya amal ibadah kita yang sempurna saja yang akan diterima oleh ALLAH SWT. Tapi menurut saya sih urusan diterima nggaknya ibadah kita, diberikannya pahala dan surga untuk kita oleh ALLAH SWT itu bukan tugas kita buat cari tahu, tugas kita itu gimana caranya kita bisa beramal ibadah dengan sesempurna mungkin kepada ALLAH SWT.

Semoga kita semua bisa selalu beribadah dengan sempurna kepada ALLAH SWT, amin🙂

Oh iya, ini sebenernya saya ambil dari tausiah Habib Muhsin di pengajian Jumat Malam Minggu 14 Desember 2012 di Masjid Al Falah, Klojen, Malang. Untuk tausiah lengkapnya bisa di download disini ==> Tausiah Habib Muhsin

2 thoughts on “Give Your Best

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s