Belajar Dari Video Games

o-KIDS-IPAD-facebook

Aduuuh, ni anak hobinya nge-game teruuuss, gak pernah mau lepas nih mas dia sama gadget-nya..

pernah gak sih ada orang tua yang tetiba curcol gitu sama kita? entah dia emang kenal sama kita atau nggak.. atau mungkin justru kita sendiri yang sempet curcol gitu ke orang lain, hehehe.. Sebagian orang mungkin nganggep ini fenomena yang emang udah waktunya terjadi, seiring perkembangan dunia teknologi yang semakin luar biasa. Tapi di sisi lain ada yang masih beranggapan segimanapun majunya teknologi, mereka itu tetep anak-anak yang gak seharusnya kebanyakan main game, tetep kita sebagai orang tua kudu kontrol itu, bahkan masih ada aja orang tua yang bener-bener cuma ngebolehin anak-anaknya pegang PS, Tablet or yang lain di hari sabtu-minggu ajah.

Hahahhahaha, and i was on that position, pertama kali punya yang namanya Nintendo dengan Mario Bros. & Contra sebagai game andalan, saya dulu benar-benar cuma boleh main Nintendo di hari minggu dan hari libur ajah. But anyway itu cuma cerita sisipan dari saya sih, hehehe. Tapi pernah gak sih kita yang suka curcol tadi coba maaf, berfikir lebih dalam, kenapa sampai anak-anak kita jadi gandrung banget sama yang namanya game???

NES-Console-Set (1024x556)

Buat yang suka game di gadgetnya atau paling tidak yang pernah main game, pasti tahu deh kalo kita main game biasanya ada beberapa hal yang bikin kita jadi terus-terusan main game itu. Pertama biasanya grafisnya, kedua alur ceritanya dan ketiga gameplay nya. Tapi menurut saya tiga hal itu hanya akan kita perhatikan di level kita yang sudah suka banget sama game dan mungkin jenjang usia kita yang cukup buat menilai itu semua. Tapi untuk anak-anak kita di usia dibawah 10 tahun???

Hampir di semua game yang pernah saya mainkan, biasanya sebelum kita mulai memainkan game tersebut, ada beberapa option yang kita bisa pilih, contoh di game Tekken, ada quick battle (sekali pertarungan), arcade (petualangan mengalahkan berbagai tingkatan level lawan), practice (latihan mengenal karakter beserta jurus yang dimiliki), setting dan lain sebagainya.

tekken4-ps2-mainmenu

Ketika mulai permainan pun, kita sebagai pemain akan dihadapkan pada 2 hal, lawan kita sendiri dengan berbagai macam karakter dan level juga kita dihadapkan dengan waktu yang disediakan untuk bisa mengalahkan lawan tersebut.

Dan setelah selesai permainan, jika kita memenangkan pertandingan itu kita akan “disambut” dengan begitu meriahnya, entah dengan munculnya kembang api ataupun si karakter yang dengan kerennya bergaya merayakan kemenangannya. Tapi jika kita kalah di pertandingan yang kita mainkan, secara sistem kita masih diberikan kesempatan untuk mau mencoba lagi atau tidak, dan kesempatan kita untuk bisa memilih pilihan itupun terbatas.

2604521-crash

Nah, yang harusnya jadi pertanyaan kita sebagai orang tua, sudahkah kita memberikan semua privilege itu dalam kehidupan anak-anak kita??? Ataukah kita hanya memberikan “seadanya” ke anak-anak kita? sehingga dia lebih menemukan itu di dalam game nya?

maxresdefault (1)

Memang sih, tidak semua dari kita bisa memberikan sesuatu se-ideal yang game itu bisa berikan, namun kalau kita bisa berikan itu agar kehidupan anak kita jadi lebih baik, kenapa tidak? Contoh sederhana, game yang dimainkan anak kita memberikan kesempatan kepadanya untuk bisa berlatih terlebih dahulu sebelum memulai permainan, lantas apakah kita juga sudah memberinya contoh dan kesempatan berlatih sebelum anak kita melakukan tugas yang kita berikan?

Kemudian ketika bertanding, ada dua hal yang harus dikalahkan, lawan kita dan juga batas waktu yang ada. Hal seperti itu juga kita bisa tanamkan kepada anak kita, bahwa setiap tugas yang diberikan ya memang tujuannya untuk bisa diselesaikan dan juga bukan hanya diselesaikan, juga bisa diselesaikan tepat waktu. Hal ini jadi penting untuk kita bisa mendidik anak-anak kita untuk jadi lebih disiplin. Dan lagi-lagi, apakah kita sudah melakukan itu untuk anak kita?

Dan yang terakhir, ketika pertarungan telah selesai, juga ada dua hasil yang didapatkan, kemenangan atau kekalahan. Sama seperti halnya tugas yang kita berikan kepada anak kita, ada kalanya dia berhasil melakukan tugasnya dengan baik, namun juga ada kalanya anak kita tidak mengerjakan tugasnya dengan baik sesuai harapan kita. Disinilah anak kita akan menilai kita sebagai orang tua, ketika dia berhasil menyelesaikan pertarungan dengan kemenangan, yang diberikan oleh game yang dia mainkan adalah pujian, sambutan, grafik yang terlihat sangat ceria dan sebagainya. Bagaimana dengan kita? sudahkan kita memuji, menghargai atau mungkin sekedar berterimakasih atas apa yang telah dilakukan anak-anak kita?

18ketajflcxo9png

Begitupun ketika mereka kalah dalam suatu pertandingan, game memberikan mereka kesempatan untuk bisa mencobanya lagi. Juga pertanyaan untuk kita adalah, apakah itu yang kita lakukan ketika anak kita melakukan kesalahan? memberinya kesempatan untuk mencobanya lagi? atau mungkin justru malah kita bersikap diam karena malu atau malah memarahinya karena dia telah lalai dalam tugasnya?

Bapak, Ibu, dan Para Pendidik yang baik, hanya kita yang bisa menjawab berbagai pertanyaan diatas. Game atau yang mungkin yang kita kenal sebagai video game memang memiliki banyak pengaruh yang kurang baik untuk anak-anak kita, namun ada juga sisi positif dari video game yang bisa kita ambil untuk anak-anak kita. Mari buka mata, buka hati, semoga kita bisa dijadikan orang tua dan pendidik yang dapat mengambil hikmah dari semua yang ada di sekitar kita untuk bisa menjadikan anak kita jauh lebih baik.

Terima kasih atas inspirasi yang diberikan oleh sahabat Fajar Pradana S.St, SE, MT dalam obrolan santai yang penuh makna saat itu, semoga manfaatnya kembali padamu sobat.

Wallahua’laam Bishowaab

One thought on “Belajar Dari Video Games

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s