Tag Archives: Rolls Royce

Spesialisasi Produk VS Perkembangan Jaman

Rolls Royce Corniche, salah satu ciri khas Rolls Royce

Rolls Royce Corniche, salah satu ciri khas Rolls Royce

Spesialisasi dalam suatu usaha itu penting menurut saya, sama seperti halnya dalam pekerjaan yang kita lakukan. Nggak banyak yang bisa kita sebutkan perusahaan kelas lokal maupun dunia yang mengambil banyak bidang dan sukses di setiap bidangnya. Hmm.. apa ya contohnya, kayaknya susah deh, yang ada malah kita fokus ke brand yang bener-bener udah fokus di bidangnya. Adidas, sepatu dan peralatan olahraga, Nikon, alat-alat fotografi, HP, komputer dan asesorisnya, Sosro, teh dalam berbagai bentuk, Bakso Priangan Mang Yayat, bakso.. hehehe maap promosi dikit :D.

Memang sih nggak salah perusahaan itu mengikuti perkembangan yang ada, malah harus kalau menurut saya, cuman, apakah semua perkembangan itu harus diikuti? Bagaimana kalau perusahaan itu memang expert di suatu bidang dan sudah dikenal dengan ciri khas produknya yang laris di pasaran? Apa ya rela suatu perusahaan kehilangan kepercayaan dari pelanggan tetapnya hanya gara-gara mengikuti perkembangan yang belum tentu cocok dengan positioning perusahaan itu?

Rolls Royce Phantom, mempertahankan ciri khas

Rolls Royce Phantom, mempertahankan ciri khas

Sepengetahuan saya memang banyak perusahaan yang akhirnya tergoda untuk juga terjun ke bidang lainnya untuk mengikuti perkembangan jaman, tapi toh ujung-ujungnya mereka mendirikan badan usaha sendiri yang terpisah dengan perusahaan induknya. Lexus, varian mewah dari Toyota, Telkomsel, varian mobile dari Telkom, Mugen, varian racing dari Honda dan banyak lagi yang lainnya.

Rolls Royce Apparition, konsisten pada ciri khas

Rolls Royce Apparition Concept, konsisten pada ciri khas

Kembali ke diri kita, jika kita ada di posisi yang sedang bisa memilih, lets say mobil, apakah kita akan gambling dengan membeli city car keluaran Komatsu yang sedang melebarkan bisnisnya misalnya, ketimbang kita beli mobil dari Toyota??? So, berkembangnya suatu perusahaan belum tentu berbanding lurus dengan perkembangan jaman yang ada, terkadang perusahaan itu harus bisa fokus di bidangnya yang mungkin sudah dikenal oleh semua meskipun tetap dengan gaya “vintage” nya. Pelanggan tetap akan jadi penentu hidup matinya suatu perusahaan.

Advertisements